Kemenangan Celtic atas Motherwell dengan skor 2-0 di Fir Park, Minggu, mengakhiri rentetan hasil buruk sekaligus mengembalikan skuad asuhan Martin O’Neill ke puncak klasemen Scottish Premiership. Dua gol yang lahir dari Camilo Duran di awal laga dan Benjamin Nygren di babak kedua memastikan The Bhoys pulang membawa tiga poin penuh. Momen itu terasa jauh lebih manis karena winger berpengaruh mereka, Jota, akhirnya kembali merumput setelah hampir 18 bulan menepi akibat cedera.
Hasil ini penting bukan semata karena angka di papan skor, melainkan karena konteks yang melingkupinya. Sebelum jeda internasional, Celtic menelan tiga kekalahan beruntun, dua di antaranya diderita dari rival sekota, Rangers. Tekanan terhadap O’Neill pun memuncak, bahkan sang manajer sempat mempertanyakan apakah dirinya masih memiliki energi untuk melanjutkan pekerjaannya, sebelum akhirnya memutuskan bertahan. Kemenangan di Fir Park menjadi jawaban yang paling dibutuhkan klub dan para pendukungnya saat ini.
Jalannya Laga: Duran dan Nygren Menuntaskan Tugas
Celtic membuka keunggulan lebih cepat dari yang mungkin diperkirakan banyak pihak. Camilo Duran mencetak gol saat pertandingan baru berjalan, memanfaatkan peluang yang datang di momen-momen awal. Gol itu tidak hanya mengubah papan skor, tetapi juga menenangkan ritme permainan tim tamu yang datang dengan beban tekanan besar di pundaknya.
Keunggulan tersebut baru benar-benar aman setelah Benjamin Nygren mencetak gol di babak kedua. Gelandang itu memastikan tiga poin bagi Celtic sekaligus menutup peluang Motherwell untuk bangkit. Berkat hasil ini, tim tamu kembali menempati puncak klasemen Scottish Premiership.
Menariknya, skor 2-0 sama sekali tidak menggambarkan banyaknya peluang yang diciptakan Celtic. Kiper Motherwell, Alex Paulsen, mencatatkan 12 penyelamatan sepanjang pertandingan, angka yang menunjukkan betapa seringnya lini serang Celtic mengancam gawang lawan. O’Neill sendiri mengakui timnya semestinya bisa mencetak lebih banyak gol, tetapi ia menilai gol pembuka tetap menjadi kunci karena berhasil menstabilkan permainan.
“Kami punya banyak peluang dan seharusnya bisa mencetak lebih banyak. Gol pertama sangat penting, gol hebat dari Camilo, dan itu membuat kami lebih tenang,” kata O’Neill. Ia menambahkan bahwa banyak bola melintas di depan gawang dan sejumlah peluang tercipta di kedua babak, namun ia tetap gembira dengan kemenangan tersebut.
Comeback Jota Jadi Berita Paling Menyejukkan
Bagi banyak penggemar Celtic, sorotan utama justru bukan pada skor akhir. Jota masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-74 dan nyaris langsung menyumbang assist melalui sentuhan-sentuhan awalnya. Winger berusia 27 tahun itu tampil hidup dalam cameo singkatnya, sesuatu yang sudah lama dinantikan publik Celtic.
Ia mengaku momen itu sudah lama ia tunggu. “Saya menunggu ini sejak lama. Saya hanya senang bisa kembali. Saya sudah bekerja keras, dan rekan-rekan juga banyak membantu saya,” ujarnya kepada Sky Sports. “Ada rasa gugup seperti biasa, tapi setelah saya menginjak lapangan, semuanya berjalan baik.”
Ketika ditanya soal beban mental selama absen panjang, Jota memberikan jawaban yang menyentuh. “Bayangkan seseorang mengambil anak Anda, dan hari ini saya mendapatkan anak saya kembali — itulah yang saya rasakan sepanjang tahun lalu,” katanya. Ia menegaskan dirinya merasa sangat baik dan siap bermain lebih sering untuk membantu tim, karena ia tahu betul kemampuan yang dimilikinya.
Kembalinya Jota menambah dimensi baru bagi lini serang Celtic yang selama ini bergantung pada sejumlah nama terbatas. Kehadirannya memberi O’Neill opsi tambahan menjelang jadwal padat di liga dan Eropa. Dalam sebuah cameo singkat pun, pengaruhnya sudah terasa.
Latar Belakang: Tekanan yang Menumpuk Sebelum Jeda Internasional
Suasana pesta setelah peluit akhir kontras dengan kegelapan yang menyelimuti klub selama beberapa pekan sebelumnya. Selain deretan hasil buruk di lapangan, pemegang saham terbesar Celtic, Dermot Desmond, menjadi sasaran protes dalam turnamen golf Alfred Dunhill Links di St Andrews. Hal itu menunjukkan bahwa ketidakpuasan pendukung tidak hanya terbatas pada performa tim di atas rumput.
Di tengah situasi tersebut, O’Neill sempat mempertanyakan apakah ia masih punya energi untuk melanjutkan sebagai manajer setelah Rangers menang di Parkhead bulan lalu, sebelum akhirnya berkomitmen untuk bertahan. Mantan bek Skotlandia, Willie Miller, menilai tekanan yang dihadapi pelatih asal Irlandia Utara itu luar biasa besarnya.
“Saya bisa membayangkan tekanan yang dihadapi Martin O’Neill — saya tahu bagaimana rasanya di Glasgow jika Anda dua kali dikalahkan Rangers,” kata Miller. “Tapi sepertinya ia sudah mendapatkan kembali energinya dan kembali ke bentuk terbaiknya, dan itulah yang dilakukan oleh hasil. Secara keseluruhan, ketika Anda melihat timnya, itu pasti memberinya kepuasan tersendiri.”
O’Neill sendiri tidak menampik bahwa banyak kegaduhan di sekitar klub sebagian memang akibat dari timnya sendiri. “Tentu saja ada banyak kegaduhan, dan sebagian memang kami sebabkan sendiri. Jadi, menyenangkan bisa menang,” ujarnya. Ia menegaskan timnya harus menerima kritik saat itu, karena kalah tiga pertandingan dalam sepekan, dua di antaranya dari rival besar.
Dampak Kemenangan: Dorongan Psikologis dan Posisi di Klasemen
Secara psikologis, hasil di Fir Park memberi suntikan yang sulit diukur angkanya. O’Neill menyebut kemenangan itu sebagai dorongan besar karena timnya tidak hanya menang, tetapi juga tampil sebaik itu sekaligus kembali ke puncak tabel. Bagi skuad yang baru saja diterpa kritik bertubi-tubi, pengalaman bermain dominan dan menang meyakinkan bisa memulihkan kepercayaan diri secara kolektif.
Bagi O’Neill pribadi, kemenangan ini juga berfungsi sebagai penegasan bahwa keputusannya bertahan adalah langkah yang tepat. Posisinya sempat dipertanyakan, terutama setelah dua kekalahan dari Rangers yang selalu terasa paling menyakitkan bagi pendukung Celtic. Dengan hasil positif, tekanan yang tadinya menumpuk setidaknya mereda untuk sementara waktu.
Dari sisi klasemen, kembalinya Celtic ke puncak Scottish Premiership menjaga posisi mereka dalam perebutan gelar. Namun yang tak kalah penting, kemenangan ini memperlihatkan bahwa tim ini masih mampu merespons tekanan dengan cara yang benar. “Kami sangat senang. Senang dengan performa, senang dengan energi yang kami tunjukkan, dan gembira bisa menang,” kata O’Neill. “Secara psikologis ini dorongan besar bisa bermain sebaik ini dan kembali ke puncak klasemen.”
Konteks Lebih Luas: Ujian Berat Sudah Menanti
Kemenangan atas Motherwell bukan akhir dari ujian, melainkan pembuka bab berikutnya yang jauh lebih berat. Hari Kamis, Celtic akan menghadapi raksasa Portugal, Benfica, di ajang Europa League. Laga itu jelas menjadi tolok ukur yang lebih keras bagi O’Neill dan pasukannya dibanding pertandingan akhir pekan ini.
Setelah itu, Celtic menjamu Hearts, tim yang sebelumnya dikalahkan Benfica dengan agregat 7-2 di kualifikasi Eropa awal musim ini. Urutan jadwal tersebut menunjukkan bahwa lawan-lawan yang menanti berada di level yang berbeda dari Motherwell yang sedang berjuang di papan bawah. Belum lagi laga lain melawan Celta Vigo yang juga tergolong sebagai ujian sulit di Europa League.
Artinya, dampak jangka panjang dari kemenangan ini akan sangat ditentukan oleh apa yang terjadi dalam beberapa pertandingan berikutnya. O’Neill sendiri memilih untuk tidak berpuas diri terlalu lama, dengan menyatakan bahwa timnya akan melihat apa yang dibawa hari Kamis. Jika Celtic mampu mempertahankan performa dan energi seperti saat melawan Motherwell, tekanan yang sempat mencekik bisa berubah menjadi momentum kebangkitan.
Kemenangan Celtic atas Motherwell menutup pekan yang berat dengan cara terbaik: tiga poin, posisi puncak klasemen, dan kembalinya Jota ke lapangan. Kombinasi ketiganya menjelaskan mengapa suasana di Fir Park berubah menjadi perayaan, padahal beberapa pekan sebelumnya klub ini dilanda kegelisahan. O’Neill mendapat ruang bernapas, para penggemar mendapat alasan untuk kembali berharap.
Namun sepak bola tidak memberi waktu lama untuk berpesta. Benfica, Hearts, dan Celta Vigo sudah menunggu, dan pertandingan-pertandingan itulah yang akan menentukan apakah kemenangan ini benar-benar menjadi titik balik atau sekadar jeda di tengah badai. Untuk sekarang, Celtic setidaknya sedang berada di jalur yang benar.
