Jude Bellingham Piala Dunia 2026 Dipuji Rooney Bak Gerrard dan Keane

Wayne Rooney Bandingkan Performa Jude Bellingham di Piala Dunia 2026 dengan Legenda Liverpool dan Manchester United

Jude Bellingham tampil gemilang saat Timnas Inggris mengalahkan Meksiko 3-2 di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Mantan striker Inggris, Wayne Rooney, menyebut penampilan gelandang Real Madrid itu mengingatkannya pada aksi heroik Steven Gerrard dan Roy Keane di Liga Champions.

Pertandingan sengit di Stadion Azteca tersebut menyaksikan Jude Bellingham mencetak dua gol dalam waktu 98 detik. Inggris yang bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama berhasil mengamankan kemenangan berkat determinasi tinggi sang bintang muda. Kemenangan ini membawa pasukan Thomas Tuchel ke perempat final menghadapi Norwegia, dalam misi merebut trofi pertama sejak 1966.

Momen Bellingham yang Mengingatkan pada Gerrard dan Keane

Dalam podcast BBC-nya, Rooney menjelaskan bahwa ia sudah menunggu momen ketika Jude Bellingham akan menjadi penentu kemenangan Inggris. “Saya mengatakan Jude Bellingham akan menunjukkan permainan besarnya saat kami membutuhkannya untuk menarik kami menang,” kata mantan pemain Manchester United dan Everton itu.

Rooney secara spesifik membandingkan Bellingham dengan dua kapten legendaris:

  • Steven Gerrard saat membawa Liverpool comeback dari 3-0 di final Liga Champions 2005 melawan AC Milan.
  • Roy Keane saat menjadi inspirasi Manchester United mengalahkan Juventus di semifinal Liga Champions 1999 untuk lolos ke final.

“Saya merasa itulah yang dilakukan Bellingham dengan dua gol itu – waktu pencetakan gol, keinginannya, etos kerjanya, rasa laparnya,” tambah Rooney.

Detail Aksi Gerrard dan Keane yang Diingat Rooney

Gerrard mencetak gol pertama Liverpool saat bangkit dari ketertinggalan 3-0 di babak pertama final Istanbul, akhirnya menang adu penalti dan mengangkat trofi. Sementara Keane mencetak gol melawan Juventus meskipun tahu bahwa kartu kuning yang diterimanya akan membuatnya absen di final tahun itu.

Rooney menilai bahwa semangat pantang menyerah yang sama ditunjukkan Jude Bellingham di laga melawan Meksiko. “Saya rasa itu adalah momen Bellingham, sama seperti Gerrard dan Keane dulu membawa tim mereka melewati pertandingan sulit,” ucapnya.

Penilaian Sempurna 10/10 untuk Bellingham

Wayne Rooney memberikan nilai sempurna 10 dari 10 untuk performa Jude Bellingham di laga tersebut. Menurutnya, meskipun ada beberapa celah dalam pertahanan, semangat Bellingham untuk membantu rekan setim patut diacungi jempol.

Salah satu momen kunci adalah tekel terakhir yang gemilang dari Bellingham untuk menggagalkan peluang bek Meksiko, Cesar Montes, yang nyaris menyamakan kedudukan menjadi 2-2 menjelang turun minum.

“Terkadang secara defensif ia tidak selalu berada di posisi yang tepat, tapi keinginannya untuk kembali dan melakukan tekel menit-menit akhir serta membantu rekan setim yang mungkin tidak bermain bagus adalah segalanya,” jelas Rooney.

Ia menambahkan, “Ketika Anda diminta memberi nilai 1-10, Anda berpikir – bisakah dia melakukan sedikit lebih banyak untuk menaikkan nilai itu? Saya rasa laga ini adalah momen yang tepat untuk memberinya 10 dari 10.”

Konteks Laga dan Perjalanan Inggris di Piala Dunia 2026

Pertandingan melawan Meksiko berlangsung di Azteca, stadion yang terkenal dengan atmosfer keras. Inggris harus bermain dengan 10 pemain setelah salah satu pemain mereka mendapat kartu merah. Namun Jude Bellingham menjadi motor permainan dan penyelamat tim dengan dua gol cepatnya.

Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Inggris yang akan bertemu Norwegia di perempat final. Dengan performa seperti yang ditunjukkan Bellingham, peluang Inggris untuk melaju jauh di turnamen semakin terbuka lebar.

Kesimpulan: Bellingham Semakin Menjadi Pemain Kunci Inggris

Perbandingan Wayne Rooney dengan Steven Gerrard dan Roy Keane menunjukkan betapa besarnya pengaruh Jude Bellingham di skuad Inggris saat ini. Kombinasi skill, determinasi, dan etos kerja keras membuatnya layak disebut sebagai salah satu gelandang terbaik dunia di Piala Dunia 2026. Jika terus tampil konsisten seperti ini, bukan tidak mungkin ia akan membawa Inggris mengakhiri penantian panjang gelar juara dunia.