Final Piala Dunia 2026: Trump, Bieber, dan Shakira Jadi Bintang Utama

Kemeriahan di Luar Lapangan yang Tak Terlupakan

Final Piala Dunia 2026 mungkin tidak akan dikenang sebagai laga sepak bola yang spektakuler, tetapi momen-momen di sekitarnya benar-benar layak dicatat dalam sejarah. Pertandingan yang digelar di Stadion New York New Jersey itu menyuguhkan berbagai hiburan kelas dunia, mulai dari penampilan Madonna dan Justin Bieber, pidato Tom Cruise, hingga kehadiran langsung Presiden AS Donald Trump. Kembang api pun menyala di siang bolong, menambah semarak suasana.

Spanyol akhirnya keluar sebagai juara untuk kedua kalinya setelah mengalahkan Argentina melalui gol Ferran Torres di babak perpanjangan waktu. Namun, permainan itu sendiri kurang menjadi perbincangan. Semua mata justru tertuju pada hal-hal di luar lapangan yang jauh lebih heboh.

Donald Trump dan Trofi Piala Dunia

Piala Dunia edisi 2026 ini memang unik karena digelar bersama oleh tiga negara: AS, Meksiko, dan Kanada. Namun, Amerika Serikat yang paling banyak menyita perhatian, terutama terkait sikap Trump. Sebelum final, Trump mengakui sudah bicara dengan Presiden FIFA Gianni Infantino untuk meminta peninjauan kartu merah yang diterima striker AS, Folarin Balogun. Hasilnya, larangan bermain dicabut sehingga Balogun bisa tampil di babak 16 besar melawan Belgia.

Satu hal yang mengejutkan, Trump nyaris tidak hadir di pertandingan sebelumnya. Baru di partai final ia muncul—bahkan dengan gaya yang dramatis: tiga helikopter terbang rendah mengelilingi stadion sebelum mendarat. Sekitar 20 menit sebelum kick-off, Trump duduk berdampingan dengan Infantino dan menyaksikan penampilan Robbie Williams serta Nicole Scherzinger di upacara penutupan. Ia juga sempat melihat trofi Piala Dunia yang dibawa ke tribun.

Half-Time Terpanjang dalam Sejarah

Selain kehadiran Trump, gebrakan terbesar adalah pertunjukan setengah waktu ala Super Bowl. Istirahat babak pertama yang biasanya hanya 15 menit diperpanjang menjadi 27 menit untuk mengakomodasi konser mini. Madonna, BTS, Coldplay, dan Shakira (dengan lagu resmi Piala Dunia ‘Dai Dai’) tampil memukau, sementara Justin Bieber mengubah suasana dengan versi akustik ‘Everything Hallelujah’ setelah mendapat semangat dari karakter Ted Lasso.

Reaksi penonton terhadap pertunjukan ini beragam. Namun yang paling blak-blakan datang dari legenda Inggris Wayne Rooney di studio Match of the Day. “Menurut saya ini jelek. Penampilannya buruk, waktunya kacau. Biarkan kami bermain sepak bola saja,” ujarnya. Sementara itu, upacara penutupan sebelum laga juga diwarnai pidato dramatis dari Tom Cruise.

Peran Trump dalam Penyerahan Trofi

Bagi pengamat netral, momen paling ditunggu setelah pertandingan adalah seberapa besar keterlibatan Trump dalam seremoni kemenangan. Pada final Piala Dunia Antarklub tahun sebelumnya, Trump sempat berlama-lama di panggung saat memberikan trofi kepada kapten Chelsea, Reece James. Kejadian serupa terulang di final Piala Dunia 2026—Trump ikut membagikan medali kepada pemain Spanyol dan Argentina, lalu bertahan agak lama di atas panggung saat penyerahan trofi, meski tidak selama sebelumnya.

Suara cemoohan sempat terdengar saat Trump dan Infantino muncul untuk upacara medali. Bahkan, bek Argentina Cristian Romero terlihat memilih tidak menjabat tangan Trump setelah menerima medalinya dari Infantino.

Antrean Panjang dan Keamanan Super Ketat

Suasana glamor final Piala Dunia 2026 tidak terlepas dari keamanan ekstra. Dengan hadirnya Trump, Secret Service AS mengambil alih pengamanan stadion. Gerbang dibuka untuk penonton pada pukul 11.00 waktu setempat—empat jam sebelum kick-off—namun staf, pemain, dan media sudah berdatangan lebih awal.

Banyak pengunjung yang kebingungan karena petunjuk akses yang simpang siur. Sejumlah awak media bahkan disuruh berpindah antrean dari satu gerbang ke gerbang lain. Pemeriksaan tas juga lebih ketat dari pertandingan sebelumnya, sehingga waktu tunggu menjadi lebih lama. Untungnya, kemacetan berhasil diurai dan pertandingan dimulai tepat waktu.

Kembang api mewarnai momen sebelum kick-off, saat half-time, dan setelah Spanyol mengangkat trofi. Semua itu menjadikan final Piala Dunia 2026 sebagai peristiwa yang tak terlupakan—bukan karena sepak bolanya, melainkan karena gemerlap pertunjukan, kontroversi politik, dan keamanan ala kepala negara.