West Ham Dekati Scott Parker setelah Nuno Resmi Dipecat

West Ham United bergerak cepat mencari pelatih baru setelah memecat Nuno Espirito Santo. Klub London itu dikabarkan mendekati Scott Parker untuk mengisi posisi head coach, dengan pembicaraan yang disebut sudah memasuki tahap lanjut. Menurut informasi BBC Sport, kesepakatan dengan mantan pelatih Burnley, Bournemouth, dan Fulham tersebut berpotensi rampung sebelum perjalanan West Ham ke Cardiff City pada laga Championship hari Rabu.

Keputusan ini menjadi sorotan karena West Ham baru saja turun dari Premier League dan memasang target langsung kembali ke kasta teratas. Posisi Nuno sebenarnya sudah berada di bawah tekanan sejak musim lalu, tetapi klub memilih mempertahankannya karena pengalaman dan stabilitas yang ia tawarkan. Kini, dengan performa awal musim yang jauh dari harapan, manajemen merasa perlu melakukan perubahan agar tujuan klub tetap berada di jalur yang benar.

West Ham Dekati Scott Parker

Alasan West Ham Berpisah dengan Nuno

Pemecatan Nuno terjadi setelah tinjauan menyeluruh terhadap awal musim Championship. Dalam pernyataan resmi, dewan direksi menilai perubahan diperlukan saat ini agar sasaran dan ekspektasi klub tetap terjaga. West Ham juga menyampaikan terima kasih kepada Nuno, Rui Pedro Silva, dan Rui Barbosa atas kerja keras mereka, sekaligus menegaskan bahwa proses rekrutmen pelatih baru sudah berjalan.

Dari sisi hasil, West Ham kehilangan dua pertandingan kandang beruntun yang membuat posisi mereka merosot. Mereka kalah 3-2 dari Southampton, lalu dibekuk West Bromwich Albion 3-1 pada Sabtu. Kekalahan tersebut menurunkan tim dari peringkat kedua dan meninggalkan mereka di posisi kedelapan, terpaut enam poin dari pemimpin klasemen Middlesbrough.

Selain Nuno, asisten pelatih Rui Pedro Silva dan pelatih kiper Rui Barbosa turut meninggalkan klub. Untuk sementara, Mark Noble, Steve Potts, dan Gerard Prenderville akan memimpin tim pada laga melawan Cardiff City. Penunjukan ini memberi manajemen waktu tambahan untuk merampungkan negosiasi dengan kandidat utama.

Rekam Jejak Scott Parker sebagai Pemain dan Pelatih

Scott Parker bukan nama asing bagi West Ham. Mantan gelandang timnas Inggris ini menghabiskan empat musim sebagai pemain di klub tersebut dan mencatat 129 penampilan. Selama periode itu, ia tiga kali terpilih sebagai pemain terbaik klub dan berada di West Ham ketika dinobatkan sebagai pemain terbaik versi Football Writers’ Association pada 2011.

Setelah pensiun, Parker membangun karier kepelatihan yang identik dengan promosi dari Championship. Ia pernah membawa Fulham, Bournemouth, dan Burnley naik ke Premier League. Pengalaman itu menjadi nilai jual utama bagi West Ham, yang tengah mengejar tiket otomatis ke kasta teratas.

West Ham disebut sedang dalam pembicaraan lanjut dengan Parker. Jika tidak ada hambatan, ia bisa dikonfirmasi sebelum laga di Cardiff. Langkah ini menunjukkan klub ingin segera menstabilkan situasi dan memberikan kejelasan kepada skuad setelah kepergian Nuno.

Posisi West Ham di Championship dan Tekanan Promosi

West Ham memang dijagokan sebagai salah satu favorit promosi otomatis, tetapi kenyataan di lapangan belum sesuai harapan. Mereka kini berada di peringkat kedelapan dan tertinggal enam poin dari Middlesbrough di puncak. Analisis BBC Sport menyebut West Ham berjarak empat poin dari Swansea City yang menempati posisi kedua, tempat terakhir untuk promosi otomatis.

Tren hasil terkini memperlihatkan kesulitan West Ham untuk konsisten. Dari enam pertandingan terakhir, mereka hanya menang dua kali. Kekalahan beruntun di kandang dari Southampton dan West Brom menjadi pukulan besar karena membuat posisi tim turun dari peringkat kedua.

Awal musim sebenarnya juga sempat berjalan buruk. West Ham gagal menang dalam tiga laga liga pertama dan sempat berada di peringkat ke-19. Namun, rentetan empat kemenangan beruntun pada paruh pertama September, dengan 16 gol dan puncak klasemen, sempat memberi harapan bahwa tim sudah beradaptasi. Sorotan terjadi saat menang 6-0 atas Wrexham, tetapi setelah itu hanya ada dua kemenangan liga lagi, yaitu 6-0 di markas Lincoln City yang bermain dengan sembilan orang dan 1-0 di Swansea, diselingi hasil imbang melawan Millwall dan QPR.

Pergantian Pelatih Beruntun di London Stadium

Pemecatan Nuno membuat West Ham mencari manajer permanen keempat sejak David Moyes meninggalkan London Stadium pada Mei 2024. Julen Lopetegui, penerus Moyes, hanya bertahan sekitar enam bulan. Saat itu West Ham berada di papan tengah dengan enam kemenangan dari 20 laga Premier League.

Graham Potter kemudian datang menggantikan Lopetegui, tetapi masa kerjanya juga tidak lama. Ia mengantar West Ham finis di peringkat ke-14, lalu dipecat setelah delapan bulan ketika klub berada di posisi ke-19. Klub sempat mempertahankan Nuno meski ia tidak mampu membalikkan keadaan, dan akhirnya terdegradasi dengan selisih dua poin dari Tottenham Hotspur. Sebagian pihak menduga Nuno akan hengkang pada musim panas setelah gagal dalam perjuangan bertahan, tetapi klub menilai stabilitas dan pengalamannya membawa Wolves keluar dari Championship sebagai alasan untuk mempertahankannya.

Tantangan Finansial dan Skuad yang Diwariskan

Tekanan promosi tidak hanya soal prestasi, tetapi juga menyangkut kondisi keuangan klub. West Ham mencatat kerugian lebih dari £104 juta, sehingga degradasi memaksa mereka menjual sejumlah pemain pada musim panas. Kepergian Mateus Fernandes, Crysencio Summerville, El Hadji Malick Diouf, James Ward-Prowse, dan Freddie Potts menghasilkan pendapatan transfer sekitar £150 juta. Analisis BBC Sport memperkirakan kehilangan pendapatan sekitar £200 juta akibat degradasi, sehingga promosi langsung menjadi keharusan.

Sebagian dana itu digunakan untuk merekrut gelandang Arne Engels dari Celtic dengan harga £22 juta, yang disebut sebagai rekor Championship. West Ham juga dilaporkan mengeluarkan £12 juta untuk winger Norwegia Edvin Austbo. Sementara itu, Joel Veltman dan Manor Solomon datang dengan status bebas transfer dari Brighton dan Tottenham.

Klub tetap mempertahankan sejumlah pemain penting seperti Jarrod Bowen, Tomas Soucek, dan Konstantinos Mavropanos. Namun, Soucek absen pada dua bulan pertama musim ini karena cedera pergelangan kaki. Beberapa rekrutan baru juga belum memberikan dampak maksimal; Engels mencatat tiga assist tanpa gol dalam 12 laga, sedangkan Austbo mencetak dua gol dan dua assist meski baru dua kali menjadi starter di liga.

Mengapa Scott Parker Dianggap Cocok

Analisis BBC Sport menyebut Parker sebagai pilihan yang jelas bagi West Ham. Manajemen menilai ia memahami klub dan budayanya, serta merupakan sosok yang bisa didukung para penggemar. Faktor itu dinilai sama pentingnya dengan pengalaman promosinya, mengingat West Ham membutuhkan pelatih yang mampu menyatukan tim dan suporter.

Parker juga punya rekam jejak tiga kali membawa klub keluar dari Championship. Ia melakukannya bersama Fulham, Bournemouth, dan Burnley. West Ham berharap ia bisa menambah promosi keempat pada Mei mendatang, meski target itu tetap harus dibuktikan di lapangan.

Dengan pengalaman sebagai pemain di London Stadium, Parker dianggap lebih cepat memahami tekanan dan ekspektasi klub. Latar belakang itu bisa membantu proses adaptasi di tengah situasi yang tidak stabil. Namun, tantangan terbesarnya tetap mengubah performa tim secara konsisten di lapangan.

Sorotan Analis: Slow Start dan Ekspektasi Langsung

Analis BBC Radio London, Phil Parry, menyoroti masalah slow start yang berulang. West Ham kebobolan lebih dulu dalam empat dari enam pertandingan terakhir di Championship. Dari kondisi tersebut, mereka hanya meraih dua poin, sehingga masalah awal pertandingan menjadi salah satu penyebab utama hilangnya angka.

Tim disebut belum sepenuhnya memahami intensitas dan urgensi pertandingan di level ini. Pada babak pertama, permainan West Ham dinilai masih terlalu lambat. Hal ini kontras dengan beberapa kemenangan besar seperti 6-0 atas Wrexham dan Lincoln, yang justru diikuti hasil buruk di kandang, termasuk dua laga terakhir di London Stadium.

Parry juga mencatat bahwa West Ham baru saja menghadapi tim-tim yang sedang dalam performa baik dan berada di papan atas. Namun, kekalahan pada dua laga kandang terbukti mahal bagi Nuno. Dengan skuad dan basis penggemar yang dimiliki, pekerjaan ini tetap menarik, tetapi pelatih berikutnya harus sadar bahwa ekspektasi di London Stadium adalah kembali ke Premier League secepatnya. Kegagalan memenuhi target tersebut dinilai berisiko bagi prospek jangka panjang klub dan pelatih.

West Ham berada di persimpangan setelah memecat Nuno Espirito Santo. Scott Parker muncul sebagai kandidat utama karena rekam jejak promosi, kedekatan dengan klub, dan pemahaman atas budaya West Ham. Negosiasi yang disebut sudah lanjut menunjukkan klub ingin segera mengakhiri ketidakpastian sebelum laga melawan Cardiff City.

Namun, tugas siapa pun yang menjadi pelatih baru tidak akan mudah. West Ham harus mengejar promosi otomatis, memperbaiki tren hasil, dan mengelola skuad yang baru mengalami banyak perubahan. Dengan tekanan finansial dan ekspektasi tinggi, keputusan atas kursi pelatih akan menjadi salah satu momen paling penting dalam musim ini.