PSG harus pindah kandang untuk laga kandang perdana mereka di Ligue 1 musim ini. Pertandingan melawan Rennes yang sedianya digelar di Parc des Princes pada hari Minggu resmi dialihkan ke Roazhon Park, markas lawan. Penyebabnya, rumput Parc des Princes rusak parah akibat panas ekstrem yang melanda.

Keputusan ini diumumkan oleh komite kompetisi LFP (Ligue de Football Professionnel) pada Rabu waktu setempat, hanya beberapa hari sebelum jadwal pertandingan. PSG sendiri menegaskan bahwa kondisi lapangan sudah tidak layak untuk menggelar laga, terutama dari segi keselamatan dan kondisi fisik para pemain. Perubahan venue mendadak seperti ini jelas menjadi kerugian bagi PSG, yang seharusnya tampil di depan pendukungnya sendiri.
Kronologi PSG Pindah Kandang ke Roazhon Park
Komite kompetisi LFP mengumumkan pemindahan laga ini setelah PSG dan Rennes sepakat untuk menggelar pertandingan di Roazhon Park. PSG secara khusus berterima kasih kepada Rennes atas kesediaan mereka menerima pertandingan tersebut dalam waktu yang sangat singkat. Tanpa kerja sama yang baik dari Rennes, proses pemindahan venue tentu akan jauh lebih rumit.
Waktu yang tersisa sangat sempit, mengingat laga seharusnya berlangsung pada hari Minggu. PSG menyebut kerusakan rumput di Parc des Princes sudah terlalu parah untuk menggelar pertandingan dengan kondisi yang aman. Faktor keselamatan dan kesehatan pemain menjadi alasan utama yang tidak bisa ditawar.
Rumput Parc des Princes Rusak Diterpa Panas Ekstrem
PSG menjelaskan bahwa kualitas lapangan di Parc des Princes telah memburuk sedemikian rupa, sehingga mereka merasa tidak mungkin memaksakan laga tetap digelar di kandang. Keringnya rumput akibat suhu tinggi membuat permukaan lapangan menjadi tidak rata dan berisiko bagi pemain saat berlari atau mengubah arah. Dalam pernyataannya, PSG juga menekankan aspek keselamatan dan kondisi fisik para pemain sebagai prioritas utama.
Fenomena panas ekstrem memang dikenal mampu merusak kualitas rumput stadion dalam waktu yang relatif cepat. Rumput yang kehilangan kelembapan akan mengering, mengeras, dan akhirnya mati di sejumlah titik, sehingga permukaan lapangan tidak lagi aman untuk bermain. Itulah sebabnya penggantian rumput, baik sebagian maupun total, kerap menjadi solusi yang ditempuh klub ketika menghadapi masalah serupa.
PSG Gagal Cari Stadion Alternatif di Paris
Sebelum memutuskan pindah ke Roazhon Park, PSG disebut telah mencoba mencari stadion pengganti di sekitar Paris. Menurut laporan L’Equipe, klub sempat mengincar Stade Jean-Bouin milik Paris FC yang lokasinya berdampingan dengan Parc des Princes, serta Stade Sébastien-Charléty di selatan kota. Stade de France, stadion nasional Prancis, juga masuk dalam daftar opsi yang dipertimbangkan.
Namun, upaya PSG untuk mengamankan salah satu venue tersebut tidak membuahkan hasil. Setelah gagal mendapatkan stadion alternatif, PSG akhirnya menghubungi LFP dan meminta bantuan untuk mencari solusi. LFP kemudian memfasilitasi pemindahan pertandingan ke Roazhon Park, stadion yang notabene menjadi markas lawan mereka.
Dampak bagi Suporter dan Rencana Perbaikan Lapangan
Pemindahan venue ini jelas memberikan dampak besar bagi suporter PSG yang sudah bersiap menghadiri laga di Parc des Princes. PSG pun menyampaikan bahwa mereka memahami sepenuhnya ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh perubahan ini, dan klub menyesalkan situasi luar biasa tersebut. Meskipun demikian, keputusan ini terpaksa diambil demi keselamatan para pemain di atas segalanya.
PSG mengklaim telah menemukan solusi untuk mengganti rumput Parc des Princes agar siap dipakai pada laga-laga berikutnya. Target perbaikannya adalah laga kandang Ligue 1 melawan AS Monaco pada 4 September. Jika perbaikan berjalan sesuai rencana, PSG bisa kembali bermain di kandang sendiri tanpa gangguan yang serupa.
Terkait laga balasan melawan Rennes yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Maret nanti, media Prancis melaporkan adanya harapan dari PSG agar pertandingan itu dipindahkan ke Paris. Namun, kesepakatan formal untuk jadwal balasan tersebut belum tercapai hingga saat ini. Situasi ini masih akan terus berkembang dalam beberapa bulan ke depan.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem tidak hanya berdampak pada kehidupan sehari-hari, tetapi juga pada jalannya kompetisi sepak bola profesional. PSG harus menerima kenyataan kehilangan keuntungan kandang di laga pembuka mereka, padahal performa di kandang sering kali menjadi modal penting dalam perebutan gelar Ligue 1. Namun, langkah ini diambil demi menghindari risiko cedera yang jauh lebih besar bagi para pemain.
Kini perhatian publik tertuju pada kesiapan PSG menghadapi laga tandang yang tidak terduga ini, sekaligus proses perbaikan rumput Parc des Princes. Jika semua berjalan lancar, PSG diharapkan bisa segera kembali ke kandangnya untuk laga melawan Monaco. Sementara itu, para suporter pun harus menyesuaikan rencana mereka untuk menyaksikan tim kesayangan berlaga di kota yang berbeda.