Soccer Football - Premier League - Brentford v Tottenham Hotspur - GTech Community Stadium, London, Britain - August 22, 2026 Tottenham Hotspur's Sandro Tonali looks dejected after the match Action Images via Reuters/Matthew Childs EDITORIAL USE ONLY. NO USE WITH UNAUTHORIZED AUDIO, VIDEO, DATA, FIXTURE LISTS, CLUB/LEAGUE LOGOS OR 'LIVE' SERVICES. ONLINE IN-MATCH USE LIMITED TO 120 IMAGES, NO VIDEO EMULATION. NO USE IN BETTING, GAMES OR SINGLE CLUB/LEAGUE/PLAYER PUBLICATIONS. PLEASE CONTACT YOUR ACCOUNT REPRESENTATIVE FOR FURTHER DETAILS..

Masalah Fisik Tottenham: Tur Australia Jadi Biang Keladi

Masalah fisik Tottenham Hotspur menjadi sorotan utama setelah Roberto De Zerbi melontarkan kritik pedas terhadap kebugaran tiga pemain anyarnya. Kekalahan 0-3 dari Brentford di kandang lawan pada Sabtu lalu menjadi bukti bahwa persiapan pramusim Spurs jauh dari memadai. De Zerbi menyebut Jan Paul van Hecke, Marcos Senesi, dan Sandro Tonali belum berada di level fisik yang dibutuhkan.

Kritik tersebut sebenarnya sudah bisa ditebak sejak awal. Ketiga pemain itu datang dari situasi yang berbeda-beda, mulai dari kelelahan usai Piala Dunia hingga harus menjalani tur pramusim panjang ke Australia dan Selandia Baru. Padahal, musim kompetisi sudah berjalan dan Tottenham tidak punya banyak waktu untuk memperbaiki kondisi para pemainnya.

Kronologi Padat yang Menimpa Jan Paul van Hecke

Salah satu contoh paling nyata adalah perjalanan Van Hecke sepanjang musim panas ini. Pemain belakang asal Belanda itu bergabung dengan Spurs dari Brighton pada 18 Juni dengan biaya transfer 52 juta poundsterling. Namun, perjalanannya baru dimulai dari sana.

  • 18 Juni: Van Hecke resmi bergabung dengan Tottenham dari Brighton seharga 52 juta poundsterling.
  • 30 Juni: Ia tersingkir dari Piala Dunia setelah Belanda kalah adu penalti dari Maroko di babak 32 besar.
  • 23 Juli: Ia ikut terbang bersama skuad Spurs untuk tur pramusim ke Selandia Baru dan Australia.

Belum sempat beristirahat, Van Hecke langsung terbang bersama skuad Spurs ke Selandia Baru dan Australia pada 23 Juli. Ia mengaku waktu istirahatnya sangat singkat, tetapi tetap tidak ingin melewatkan momen penting di pramusim. “Hari-hari pertamaku sebagai pemain Spurs berada di Selandia Baru dan Australia,” katanya. Ia pun baru benar-benar dimainkan sebagai starter saat melawan Chelsea, sebelum tampil lagi melawan Getafe dan Hoffenheim.

Perjalanan itu memang memberinya pengalaman baru, termasuk merasakan sambutan hangat para penggemar di sana. Namun, konsekuensi fisiknya tidak bisa dihindari. “Secara fisik, tentu saja ini berdampak pada tubuhmu. Saya kesulitan selama satu atau dua minggu,” ungkap Van Hecke.

Tur Jauh Australia yang Bukan Keinginan De Zerbi

Rencana tur pramusim ke Australia dan Selandia Baru ternyata bukan berasal dari De Zerbi. Pelatih asal Italia itu mewarisi jadwal tersebut ketika resmi menangani Spurs pada akhir Maret. Ia pun tidak pernah berhenti mengeluhkan keputusan yang menurutnya sangat tidak ideal untuk persiapan tim.

De Zerbi mengungkapkan bahwa perjalanan udara yang ditempuh timnya mencapai 25 hingga 26 jam. Selain itu, tim harus bermain setiap tiga hari sekali tanpa kesempatan pemulihan yang cukup. “Sehari setelah pertandingan, kami tidak bisa bekerja dalam kondisi yang layak,” keluhnya.

Padahal, keinginan De Zerbi hanya satu: latihan keras dan pekerjaan taktik tanpa perjalanan jauh. Namun kenyataannya, setelah kembali dari Australia, Spurs masih dihadapkan pada tiga laga uji coba tambahan melawan Getafe dan dua pertandingan melawan Hoffenheim. “Ketika kami kembali ke London, kami tidak bisa langsung bekerja karena ada laga persahabatan melawan Getafe,” sesalnya.

Masalah Fisik Tottenham Menimpa Senesi dan Tonali

Marcos Senesi datang ke Tottenham dengan status bebas transfer dari Bournemouth pada 1 Juli. Ia bermain untuk Argentina di final Piala Dunia melawan Spanyol pada 19 Juli, sehingga tidak ikut tur ke Australia. Aksi pertamanya untuk Spurs baru terjadi di laga melawan Hoffenheim di stadion.

De Zerbi langsung memasang Senesi sebagai starter bersama Van Hecke di laga melawan Brentford. Hasilnya, performa keduanya jauh dari kata memuaskan dan menjadi bahan kritik sang manajer. Hal yang sama juga berlaku untuk Tonali, meskipun situasinya berbeda.

Tonali tidak bermain di Piala Dunia karena Italia gagal lolos ke putaran final. Ia bergabung dari Newcastle dengan mahar 92,5 juta poundsterling pada 6 Juli dan menjalani pramusim penuh bersama Spurs. Namun, De Zerbi tetap menganggap gelandang berusia 26 tahun itu belum siap tampil penuh saat melawan Brentford.

Deretan Pemain Lain yang Terdampak Persiapan Pramusim

Masalah tidak hanya menimpa tiga pemain yang dikritik De Zerbi. Mateus Fernandes, rekrutan anyar lainnya, mengalami cedera saat tiba di Sydney setelah tampil melawan Auckland. Ia baru bisa tampil kembali pada laga internal melawan Hoffenheim di tempat latihan.

Dominic Solanke juga mengalami cedera saat melawan Chelsea dan melewatkan sisa pramusim. Keduanya pun hanya menjadi pemain pengganti saat melawan Brentford, sebelum akhirnya tampil sebagai starter di laga Carabao Cup melawan Charlton. Situasi ini menunjukkan betapa rapuhnya kesiapan fisik para pemain anyar Spurs di awal musim.

Micky van de Ven, rekan setim Van Hecke di timnas Belanda, ikut bepergian ke Australia dan Selandia Baru tetapi tidak bermain sama sekali. Cedera yang didapat selama tur membuatnya absen di semua laga pramusim dan laga melawan Brentford. “Saya tidak tahu, mungkin karena penerbangan. Sesuatu, bukan masalah besar, tapi tidak tepat untuk bekerja,” kata De Zerbi.

Pedro Porro yang menjuarai Piala Dunia bersama Spanyol juga tidak bermain semenit pun di pramusim. Destiny Udogie yang ikut tur tetapi tidak tampil di laga mana pun, serta Rodrigo Bentancur yang absen dari tur setelah membela Uruguay di Piala Dunia, juga harus mengejar ketertinggalan kebugaran. Semua pemain ini baru mulai mendapat menit bermain lagi saat melawan Charlton.

Kemenangan atas Charlton dan Tantangan Newcastle

Spurs akhirnya meraih kemenangan besar 5-1 atas Charlton di Carabao Cup pada Rabu, meski sempat tampil buruk di 30 menit pertama. Pelatih Charlton, Nathan Jones, melakukan 10 pergantian pemain dari tim yang menang atas West Ham di akhir pekan. De Zerbi pun menikmati kemenangan tersebut dengan sejumlah catatan.

Untuk laga melawan Newcastle pada Sabtu nanti, De Zerbi sudah memastikan Tonali akan tampil sebagai starter. Gelandang Italia itu sengaja tidak dibawa melawan Charlton agar bisa menjalani latihan intensif bersama Senesi. “Sandro punya rencana untuk bekerja sangat keras bersama Marcos demi meningkatkan kondisi fisik mereka. Sandro harus bekerja agar merasa lebih baik secara fisik, tetapi Sabtu ini dia akan bermain di tim utama,” tegas De Zerbi.

Laga melawan Newcastle jelas akan menjadi ujian yang jauh lebih berat dibanding Charlton. Tottenham harus segera menemukan kembali kebugaran dan performa terbaiknya jika tidak ingin terus terpuruk di awal musim. Tur pramusim ke Australia yang tampak menggiurkan kini berubah menjadi bumerang bagi klub asal London utara itu.

Masalah fisik Tottenham yang mengemuka saat ini adalah konsekuensi dari serangkaian keputusan penjadwalan yang kurang memperhatikan beban pemain. Tur pramusim ke Australia, jadwal padat, dan minimnya waktu istirahat setelah Piala Dunia menjadi akar persoalan yang harus segera dibenahi. De Zerbi kini harus bekerja ekstra untuk memastikan skuadnya pulih sebelum musim semakin berjalan.

Yang jelas, kritik pedas De Zerbi bukanlah sekadar keluh kesah belaka, melainkan sinyal bahaya bagi arah persiapan tim. Newcastle akan menjadi ujian pertama apakah Tottenham mampu bangkit dari keterpurukan fisik ini. Jika tidak, bukan tidak mungkin masalah kebugaran akan terus menghantui perjalanan Spurs sepanjang musim.