CEO Liverpool Billy Hogan Bicara soal Rencana Besar FSG
Investasi FSG Liverpool kembali menjadi sorotan setelah Fenway Sports Group (FSG) mengonfirmasi adanya negosiasi dengan konsorsium yang dipimpin pengusaha jutawan Inggris-India, Amit Bhatia. CEO Liverpool sekaligus FSG, Billy Hogan, angkat bicara dalam wawancara eksklusif dengan BBC Sport di New York, tepat sebelum laga pramusim melawan Wrexham di Yankee Stadium.
Hogan menegaskan bahwa FSG tidak akan melepas kendali klub. Sebaliknya, mereka justru melihat peluang besar untuk terus tumbuh. “Kami belum mencapai puncak. Ini adalah tempat yang tepat untuk terus berkembang,” ujarnya. Pernyataan ini sekaligus meredam spekulasi bahwa FSG akan menjual Liverpool dalam waktu dekat.

Negosiasi Investasi Minoritas: Apa Artinya bagi Liverpool?
Menurut laporan Financial Times, kesepakatan dengan konsorsium Bhatia bisa membuat valuasi Liverpool melonjak hingga lebih dari £4,5 miliar. Namun, Hogan menekankan bahwa langkah ini hanyalah investasi minoritas, bukan pengambilalihan. “John Henry dan FSG selalu terbuka jika ada pihak yang ingin berinvestasi untuk membantu klub. Ini sudah kami katakan sejak bertahun-tahun lalu,” jelas Hogan.
Ia juga mengingatkan bahwa sejak membeli Liverpool seharga £300 juta pada 2010, FSG selalu menjalankan prinsip keberlanjutan. Semua pendapatan dikembalikan ke klub untuk pengembangan infrastruktur, skuad, dan akademi. Tahun lalu, Liverpool masuk jajaran lima besar Deloitte Football Money League dengan pendapatan £702 juta—tertinggi di Premier League.
Transisi Besar di Dalam Lapangan
Perombakan Skuad dan Staf Pelatih
Musim 2024/25 menjadi titik balik bagi Liverpool. Setelah musim lalu menghabiskan rekor £450 juta namun gagal bersaing, Arne Slot dipecat. Pemain senior seperti Mohamed Salah, Andy Robertson, dan Ibrahima Konate hengkang dengan status bebas transfer. Michael Edwards mundur sebagai CEO sepak bola FSG, dan direktur olahraga Richard Hughes dikaitkan dengan Al Hilal.
Hogan menyebut perubahan adalah hal wajar di sepak bola. “Transisi itu tidak terhindarkan. Kami punya pelatih baru dengan filosofi yang menarik, Andoni Iraola. Butuh waktu, tapi posisi klub saat ini sangat sehat secara fundamental,” katanya. Ia juga menegaskan bahwa model pengelolaan klub tetap sama: berinvestasi saat diperlukan, namun tetap rasional. Contohnya, pada musim panas 2024 mereka hanya merekrut Federico Chiesa seharga £12,5 juta karena kebutuhan yang memang terbatas.
Fokus pada Tim Wanita
Liverpool juga mulai serius mengembangkan tim wanita yang musim lalu finis di peringkat 11 WSL. Hogan mengakui bahwa sebelumnya perhatian klub ke tim wanita sempat berkurang. “Kami sekarang punya pusat pelatihan terbaik di AXA Melwood. Kami akan menjalankan tim wanita dengan prinsip yang sama seperti tim pria: berkelanjutan dan kompetitif,” ujarnya. Ia melihat pertumbuhan sepak bola wanita sebagai peluang besar yang belum dimaksimalkan.
Infrastruktur dan Masa Depan Anfield
Di luar lapangan, FSG telah mentransformasi Anfield. Dua dari empat tribun sudah direnovasi dalam satu dekade terakhir. Kini fokus beralih ke kawasan sekitar stadion. “Kami ingin meningkatkan infrastruktur, transportasi, dan membuat Anfield tetap hidup di hari non-pertandingan. Modernisasi dilakukan tanpa menghilangkan jiwa asli stadion,” kata Hogan.
Ia juga bangga dengan kondisi finansial klub saat ini. “Saat FSG datang pada 2010, Liverpool di ambang kebangkrutan. Kini klub punya fondasi yang kokoh, infrastruktur yang terus diperbaiki, dan masa panjang di Anfield. Hal-hal yang tidak selalu jadi headline, tapi vital bagi kesehatan klub.”
Kesimpulan: Keyakinan di Tengah Badai
Setahun yang sulit—baik dari sisi hasil maupun pergantian personel—tidak menyurutkan optimisme Hogan. “Yang paling saya banggakan adalah melihat klub dalam posisi finansial yang positif. Tujuan akhir tetaplah trofi. Kami beruntung sudah meraih beberapa, dan ingin terus menang bersama-sama dengan para suporter.”
Dengan awal musim baru yang tinggal hitungan pekan, Liverpool memulai perjalanan dari New York—kota dengan segudang mimpi. Apakah transisi ini akan membawa trofi kembali ke Anfield? Waktu yang akan menjawab.