Perubahan Keyakinan Setelah Laga Meksiko
Alan Shearer, legenda sepak bola Inggris, secara terbuka mengaku berubah pikiran tentang peluang Inggris di Piala Dunia 2026. Sebelum pertandingan melawan Meksiko, ia merasa ragu apakah The Three Lions benar-benar mampu menjadi juara. Namun, kemenangan dramatis yang diraih di Stadion Azteca telah mengubah pandangannya sepenuhnya.
Menurut Shearer, momen seperti inilah yang selalu muncul saat Inggris tampil di turnamen besar. Ada satu pertandingan yang membuat seluruh bangsa bersatu dan berkata, “Wow, kita bisa melakukannya.” Ia mengalami sendiri saat Euro 1996 ketika Inggris mengalahkan Belanda 4-1 di Wembley. Kini, perasaan yang sama kembali terasa setelah Inggris mampu mengatasi segala tekanan di kandang Meksiko.
Kebersamaan dan Adaptasi Jadi Modal Utama
Shearer menyoroti bahwa kunci keberhasilan Inggris di Piala Dunia 2026 adalah kebersamaan tim dan kemampuan beradaptasi. Ia menilai laga melawan Meksiko sebagai performa tim terbaik yang pernah ia saksikan sepanjang hidupnya, terutama saat bermain tandang. Meski harus bermain dengan 10 pemain, Inggris tetap solid dan mampu meraih kemenangan.
Dukungan dari Semua Pemain dan Pelatih
Dalam turnamen sebelumnya, Inggris sering mengandalkan pemain bintang seperti Harry Kane dan Jude Bellingham. Namun, di Piala Dunia 2026, pemain lain mulai menunjukkan kontribusi nyata. Thomas Tuchel juga mendapat pujian karena keputusan pergantian pemain yang tepat. Shearer menambahkan, semangat tim terlihat jelas saat para pemain merayakan kemenangan di ruang ganti, termasuk aksi John Stones yang berpura-pura cedera sebelum ikut menari bersama rekan setimnya.

Inggris Tidak Terpaku pada Satu Gaya Main
Shearer menekankan bahwa Inggris tidak memiliki identitas bermain yang kaku seperti Spanyol yang selalu mendominasi penguasaan bola atau Argentina yang dibangun di sekitar Lionel Messi. Justru, Inggris sangat adaptif. Mereka bisa mengubah pendekatan tergantung lawan dan situasi pertandingan. Fleksibilitas inilah yang membuat mereka sulit diprediksi dan mampu lolos ke perempat final.
Menghadapi Norwegia dan Ancaman Haaland
Tantangan selanjutnya adalah melawan Norwegia di Miami. Shearer mengakui bahwa menghentikan Erling Haaland menjadi kunci utama. Namun, ia juga sadar bahwa Haaland adalah pemain kelas dunia yang sulit dihentikan. Gerakannya yang cerdas dan naluri mencetak gol menjadikannya ancaman konstan, baik di dalam maupun luar kotak penalti.
Shearer menyarankan agar Inggris membatasi suplai bola ke Haaland dari sumbernya. Ia juga menilai bahwa pengalaman bermain bersama Haaland di Manchester City tidak akan banyak membantu bek Inggris seperti Marc Guehi, Nico O’Reilly, atau John Stones. Semua orang sudah tahu kemampuan Haaland, yang terpenting adalah bagaimana mengeksekusi strategi di lapangan.
Duel Kane vs Haaland Berebut Sepatu Emas
Shearer membandingkan Harry Kane dan Erling Haaland sebagai dua penyerang haus gol yang sangat berbeda namun sama-sama mematikan. Keduanya tengah bersaing memperebutkan Sepatu Emas Piala Dunia 2026. Menurut Shearer, pertandingan nanti akan menjadi duel antara dua mesin gol. Ia berharap Kane yang akan melaju ke babak berikutnya.
Kesimpulannya, Alan Shearer kini percaya bahwa Inggris benar-benar memiliki peluang nyata untuk menjadi juara Piala Dunia 2026. Performa melawan Meksiko telah membuktikan bahwa tim ini memiliki kebersamaan, kemampuan beradaptasi, dan kedalaman skuad yang dibutuhkan untuk bersaing di level tertinggi. Kini, semua mata tertuju pada laga melawan Norwegia sebagai ujian berikutnya.