Kartu Merah Lisandro Martinez Bikin Manchester United Rugi

Kartu merah Lisandro Martinez menjadi sorotan utama setelah bek Manchester United itu melakukan dua pelanggaran dalam 83 detik saat melawan Chelsea di Stamford Bridge. Akibatnya, United harus bermain dengan 10 orang dan tertinggal 2-0, lalu Chelsea menang dengan relatif nyaman. Momen itu dinilai mahal karena terjadi ketika Michael Carrick membutuhkan kontribusi dari para pemain seniornya.

Kartu merah ini penting bukan hanya karena mengubah jalannya pertandingan, tetapi juga karena Martinez akan diskors untuk laga melawan Aston Villa di Old Trafford. Tekanan pada Carrick pun meningkat setelah United menjalani sembilan laga tanpa kemenangan di semua kompetisi. Sejumlah mantan pemain kemudian menilai insiden tersebut sebagai cermin masalah yang lebih besar di tim.

Lisandro Martinez

Kronologi Kartu Merah Lisandro Martinez

Martinez sudah mengantongi kartu kuning ketika tendangan sudut Estevao datang. Ia mencoba menghalangi Wesley Fofana di tiang jauh, lalu mengangkat siku dan mengenai wajah bek tersebut. Insiden itu tidak terlihat jelas di waktu nyata, tetapi VAR James Bell menyarankan wasit Peter Bankes meninjau layar. Dari tayangan ulang, kesimpulan yang diambil jelas: Martinez melanggar.

Wasit final Piala Dunia, Darren Cann, menyebut tindakan Martinez “tidak bisa dijelaskan”. Menurutnya, Martinez melompat ke arah Fofana tanpa berusaha memainkan bola dan bahkan tidak melihat arah bola. Cann menilai Martinez pantas diusir karena dua pelanggaran yang bisa dikartu, sekaligus memberi penalti yang tidak perlu lewat tantangan ceroboh pada Fofana.

Dengan kartu merah itu, Martinez dipastikan absen saat United menjamu Aston Villa di Old Trafford pada laga Premier League berikutnya. Skorsing tersebut menambah masalah Carrick yang sedang berusaha mencari susunan tim yang stabil. Insiden ini juga terjadi hanya 18 hari setelah Martinez menyoroti rekrutmen musim panas United, sehingga sorotan publik terhadapnya semakin tajam.

Kritik Pedas untuk Martinez

Carrick sendiri tidak melihat Martinez saat pemain itu meninggalkan lapangan. Ia lebih fokus menyusun rencana bersama asisten Steve Holland untuk menghadapi sisa pertandingan. Ketika ditanya apakah merasa dikecewakan, Carrick mengatakan belum melihat tayangan ulang insiden tersebut. “Saya belum melihatnya lagi, jadi saya tidak tahu apakah itu kekecewaan atau tidak,” ujarnya, seraya menyebut momen itu sebagai momen besar dalam pertandingan.

Stephen Warnock menilai kartu merah tersebut mengubah segalanya. Menurutnya, United masih punya posisi layak saat tertinggal 1-0, tetapi keadaan berubah total setelah tertinggal 2-0 dan kehilangan satu pemain. Ia juga menyoroti sikap Martinez yang dinilai terus membuat kesalahan, sehingga permintaan maaf saja tidak cukup untuk meredakan situasi.

Joe Cole lebih blak-blakan dengan menyebut Martinez terlalu sering berada di pusat masalah. Ia bahkan menilai waktu Martinez di Manchester United sudah habis, apa pun arah baru yang akan diambil klub. Danny Murphy menambahkan bahwa gol pertama Chelsea sebagian besar akibat kesalahan Martinez. Ia menyebut kartu merah itu konyol dan menilai Martinez tidak bisa diandalkan karena pola pikirnya tidak tepat untuk bermain.

Murphy juga menjawab tegas ketika ditanya apakah akan memainkan Martinez lagi. Ia mengatakan tidak akan, karena Martinez terlihat seperti sudah tidak berada di klub itu secara mental. Menurutnya, Carrick harus mengambil keputusan besar dan tidak bisa membiarkan pemain yang menjadi liabilitas terus berada di tim. Murphy menilai perilaku Martinez di lapangan tidak dapat diterima, terlebih ia juga punya masalah cedera.

Dampak bagi Manchester United dan Carrick

Kekalahan dari Chelsea memperpanjang tren buruk United menjadi sembilan pertandingan tanpa kemenangan di semua kompetisi. Ini adalah rentetan terburuk mereka sejak musim 1988-89. United juga berada di ambang masuk zona degradasi untuk pertama kali sejak masa awal kepemimpinan Sir Alex Ferguson. Situasi itu membuat laga berikutnya melawan Roma di Old Trafford pada Selasa menjadi sangat penting.

United sebenarnya tampil jauh lebih baik di Stamford Bridge dibandingkan saat kalah tiga gol dari Como dan Bournemouth. Mereka terlihat bertekad, fokus, dan terkonsentrasi, tetapi tidak cukup klinis di depan gawang. Chelsea sempat unggul di babak kedua lewat Morgan Rogers, tetapi United tetap menciptakan peluang. Empat peluang bagus terbuang, termasuk ketika Bruno Fernandes dan Amad melebar. Kiper Chelsea, Mike Penders, juga membuat dua penyelamatan bagus, sementara tembakan keras Bryan Mbeumo tetap gagal masuk.

Carrick mengakui bahwa kata-kata tidak akan mengubah hasil pertandingan. Ia menegaskan timnya harus bergerak maju dan memenangi pertandingan, sesederhana itu. Meski begitu, ia menilai cara bermain United di babak pertama memberi dorongan yang harus dipertahankan. Sebelum laga melawan Roma, ekspektasi sempat muncul bahwa Carrick akan tetap memimpin tim.

United juga terhindar dari catatan memalukan berupa kekalahan tiga gol berturut-turut untuk pertama kali sejak 1961. Itu terjadi karena VAR menganulir gol Estevao akibat offside dalam keputusan yang sangat ketat. Meski demikian, hasil di Stamford Bridge tetap meninggalkan tekanan besar bagi Carrick dan skuadnya.

Masa Depan Martinez dan Tekanan di Old Trafford

Kritik terhadap Martinez bukan hanya soal satu kartu merah. Joe Cole menilai bek asal Argentina itu terlalu sering terlibat dalam insiden merugikan, sehingga masa depannya di klub dipertanyakan. Danny Murphy bahkan tidak akan memainkannya lagi karena menilai kondisi mental pemain sudah tidak tepat. Pandangan itu menunjukkan bahwa masalah Martinez kini dianggap lebih luas daripada sekadar kesalahan taktis.

Martinez memang punya rekam jejak sebagai pemain level atas. Ia pernah menjadi bagian skuad Argentina yang menjuarai Piala Dunia 2022 dan mencapai final pada musim panas lalu. Namun, di Stamford Bridge, ketika Carrick membutuhkan pemain senior untuk tampil sebagai teladan, Martinez justru melakukan sebaliknya. Kontras itu membuat kritik terhadapnya semakin keras.

Tekanan kini beralih ke Carrick untuk menentukan langkah berikutnya. Ia harus memutuskan apakah Martinez tetap diberi kesempatan setelah skorsing atau justru disingkirkan dari rencana utama. Keputusan itu akan sangat menentukan karena United sedang berada dalam fase krisis hasil dan membutuhkan stabilitas. Di sisi lain, Martinez juga harus membuktikan bahwa ia masih bisa menjadi bagian dari solusi, bukan sumber masalah.

Kartu merah Lisandro Martinez dalam kurun 83 detik menjadi titik balik yang mahal bagi Manchester United di Stamford Bridge. Dua pelanggaran, penalti yang tidak perlu, dan skorsing melawan Aston Villa membuat dampaknya terasa jauh setelah pertandingan usai. Kritik dari Carrick, Darren Cann, Stephen Warnock, Joe Cole, dan Danny Murphy menunjukkan bahwa insiden ini bukan sekadar kesalahan individu.

Bagi United, fokus harus segera beralih ke laga melawan Roma dan upaya mengakhiri tren tanpa kemenangan yang sudah berlangsung sembilan pertandingan. Bagi Martinez, pertanyaannya bukan hanya bagaimana ia meminta maaf, tetapi apakah ia masih dipercaya untuk tampil di level yang dibutuhkan tim. Tanpa jawaban yang jelas, tekanan di Old Trafford akan terus membesar.