Rulli Pahlawan, Manchester City Menang Adu Penalti

Manchester City menang adu penalti 4-3 atas Brighton setelah pertandingan berakhir 2-2, dengan Gerónimo Rulli menjadi penentu lewat dua penyelamatan krusial. Kiper asal Argentina itu menepis sepakan Lewis Dunk dan Yasin Ayari, sehingga City bisa melaju ke perempat final Carabao Cup. Kemenangan ini terasa dramatis karena Brighton sempat dua kali memimpin dan City baru mampu menyamakan kedudukan pada babak kedua.

Bagi City, hasil ini bukan hanya soal kelolosan, tetapi juga modal menjelang pertemuan ulang dengan Brighton di liga pada Sabtu. City dijadwalkan menghadapi Bradford dari League One di perempat final, sementara Brighton akan berusaha membalas kekalahan dalam laga yang sama-sama penting. Peran Jérémy Doku dari bangku cadangan menjadi salah satu alasan City mampu bangkit dan memaksa pertandingan berlanjut ke adu penalti.

Rulli Pahlawan

Rulli Jadi Penentu di Adu Penalti

Adu penalti berjalan ketat dan baru tuntas setelah Rulli menunjukkan kualitasnya sebagai penjaga gawang. Ia menepis percobaan Dunk yang menjadi tendangan kelima Brighton, sekaligus menggagalkan usaha Ayari pada tendangan keempat. Di sisi lain, Jason Steele sempat menahan percobaan Mateo Kovacic, tetapi kegagalan Brighton memanfaatkan peluang membuat City keluar sebagai pemenang.

Manajer Manchester City, Enzo Maresca, mengaku senang dengan hasil tersebut dan menyoroti ironi yang terjadi dalam adu penalti. Menurutnya, timnya tidak pernah berlatih penalti secara khusus sejak ia bergabung, tetapi justru Kovacic yang mencetak gol pada waktu normal malah gagal dalam kesempatan dari titik putih. Meski demikian, Maresca tetap menilai kemenangan ini sebagai hasil kerja keras seluruh pemain.

Soal Doku, Maresca menilai pemain Belgia itu memberi dampak besar setelah masuk dari bangku cadangan. Ia menyebut pemain seperti Doku memang dihadirkan untuk membuat perbedaan, baik saat bermain sejak awal maupun ketika masuk pada babak kedua. Doku masuk menggantikan Allan dan langsung mengubah tempo serta ancaman City di sepertiga akhir.

Jalannya Pertandingan: Brighton Dua Kali Unggul

Brighton membuka keunggulan lewat Malick Yalcouyé, yang tembakannya mengenai Rulli sebelum masuk ke gawang. Ada indikasi offside dalam proses gol tersebut, tetapi karena Carabao Cup tidak menggunakan video assistant referee, gol tetap disahkan. City merespons dan menyamakan kedudukan melalui Kovacic, yang menerima umpan Phil Foden dan melepaskan bola rendah ke sudut kiri dari tepi kotak penalti.

Pada babak kedua, Maresca memasukkan Rayan Aït-Nouri dan Ryan McAidoo untuk menggantikan Ayyoub Bouaddi dan Floyd Samba. Namun City justru kebobolan lagi karena Brighton mampu menembus lini pertahanan dengan mudah. Umpan Jaouen Hadjam diselesaikan Georginio Rutter, membuat Brighton kembali memimpin dan City berada di ambang tersingkir.

City sempat kehilangan kontrol dan terlihat tumpul selama Brighton mendominasi. Setelah Doku masuk menggantikan Allan, serangan City mulai hidup dan ia sempat mengirim Aït-Nouri ke sisi kiri, meski peluang itu belum berbuah gol. Momen penting datang ketika Foden memenangi pelanggaran di dekat kotak penalti; dari situ Cherki melepas tembakan, bola mengenai kaki Vitor Reis, dan Steele salah langkah sehingga kedudukan menjadi 2-2.

Dampak Kemenangan bagi Manchester City

Kemenangan ini membawa City ke perempat final melawan Bradford dan memberi suntikan kepercayaan diri setelah pertandingan yang berjalan tidak stabil. Maresca menilai laga berlangsung kacau, tetapi ia merasa timnya cukup mengendalikan keadaan pada momen-momen penting. Ia juga mengingatkan bahwa tim ini baru terbentuk sekitar tiga bulan lalu, sehingga proses adaptasi masih berjalan.

Doku menjadi simbol perubahan City dalam laga ini karena kecepatan dan dribelnya merepotkan pertahanan Brighton. Sebelum ia masuk, City kesulitan menembus pertahanan lawan dan sering kehilangan ruang di lini tengah. Setelah Doku hadir, City lebih berani menekan dan menciptakan peluang yang akhirnya berujung pada gol penyama kedudukan.

Format adu penalti terasa tepat karena pertandingan memang bisa berjalan ke segala arah. Kedua tim memiliki peluang, tetapi tidak ada yang benar-benar mampu mengunci kemenangan dalam waktu normal. Dengan tidak adanya VAR di Carabao Cup, keputusan lapangan juga sempat menjadi sorotan, termasuk pada gol pembuka Brighton.

Konteks Lebih Luas: Rematch Sabtu dan Tekad Brighton

Fabian Hürzeler menyatakan Brighton kalah dalam adu penalti meski memiliki cukup peluang untuk memenangkan pertandingan. Ia menilai City sedikit lebih beruntung pada hari itu dan meminta timnya segera mereset fokus. Menurutnya, laga Sabtu menjadi kesempatan bagus untuk membalas kekalahan tersebut.

Brighton memilih tetap berada di wilayah tersebut dan tidak pulang ke rumah sebelum pertemuan berikutnya. Hürzeler menyebut tidak tidur di rumah sendiri bukanlah keuntungan, tetapi ia menegaskan timnya akan tampil dengan energi penuh pada Sabtu. Pernyataan ini menunjukkan Brighton tidak ingin larut dalam kekecewaan dan langsung mengalihkan perhatian ke laga liga.

Dari kubu City, Maresca mengaku telah menonton seluruh pertandingan Premier League Brighton dan mengenali pola permainan lawan. Ia memperkirakan Brighton akan tetap bermain agresif, melakukan pressing, dan bertahan man-to-man seperti biasanya. Pernyataan itu memberi gambaran bahwa rematch pada Sabtu akan kembali berlangsung sengit meski konteks kompetisinya berbeda.

Kemenangan Manchester City menang adu penalti ini tidak lepas dari kontribusi Rulli yang tampil sebagai pahlawan. Dua penyelamatannya membuat City bertahan di turnamen dan melanjutkan langkah ke perempat final. Di sisi lain, Doku membuktikan pentingnya peran pemain pengganti dalam mengubah jalannya pertandingan.

Bagi Brighton, kekalahan ini menyisakan penyesalan karena mereka sempat dua kali memimpin. Laga Sabtu di liga akan menjadi ujian mental sekaligus peluang untuk membalas hasil di Carabao Cup. Jika Brighton mampu mempertahankan energi dan agresivitasnya, pertemuan ulang itu berpotensi berjalan sama ketatnya dengan laga ini.