Manchester United Takluk 2-4 dari AC Milan, Rashford Kembali

Manchester United harus menelan kekalahan 2-4 dari AC Milan dalam laga pamungkas pramusim di Wroclaw, Polandia. Hasil Manchester United vs AC Milan ini tentu mengecewakan, apalagi tim asuhan Michael Carrick sempat unggul dua kali sebelum akhirnya dibalas empat gol. Milan sendiri tampil di bawah arahan Ruben Amorim, mantan manajer United yang kini sukses membawa timnya meraih kemenangan.

Laga ini menjadi perhatian karena hanya berselang sepekan dari pertandingan pembuka Premier League, ketika United akan bertandang ke markas Hull City yang baru promosi. Momen kembalinya Marcus Rashford, Kobbie Mainoo, dan Lisandro Martinez setelah absen di pramusim menjadi sorotan utama para suporter. Namun, hasil akhir yang kurang memuaskan membuat pertanyaan soal kesiapan tim semakin mengemuka.

Hasil Manchester United vs AC Milan: Dua Kali Unggul, Akhirnya Tumbang 2-4

United sebenarnya membuka peluang dengan baik dan sempat menunjukkan ketajaman lewat skema serangan yang dibangun dari lini tengah. Patrick Dorgu dan Harry Maguire menjadi pencetak gol untuk United, masing-masing menyumbang satu gol di laga yang berlangsung ketat itu. Sayangnya, keunggulan tersebut tidak bertahan lama karena Milan mampu membalikkan keadaan dengan empat gol balasan.

  • Tiga dari empat gol Milan lahir dari situasi jarak dekat di depan gawang.
  • Salah satu gol Milan sempat dianggap offside oleh sebagian pengamat, tetapi tidak ada VAR dalam laga ini.
  • Ruben Loftus-Cheek menutup kemenangan Milan lewat aksi solo yang menaklukkan Lisandro Martinez.

Kiper Senne Lammens menjadi salah satu alasan mengapa kekalahan United tidak berakhir lebih telak. Berulang kali ia melakukan penyelamatan penting, terutama saat Milan menggempur pertahanan United di babak kedua. Catatan ini menunjukkan bahwa masalah United bukan hanya di lini belakang, melainkan juga cara tim mengantisipasi pergerakan lawan sejak dari lini tengah.

Kembalinya Marcus Rashford: Tampil Perdana Sejak Desember 2024

Perhatian terbesar dalam laga ini tentu tertuju pada Marcus Rashford, yang masuk sebagai salah satu dari enam pemain pengganti pada menit ke-60. Ini merupakan penampilan pertamanya untuk Manchester United sejak melawan Viktoria Plzen di Europa League pada 12 Desember 2024. Seusai laga itu, Rashford praktis dicoret oleh Ruben Amorim dan dipinjamkan ke Aston Villa, kemudian ke Barcelona.

Penyerang berusia 28 tahun itu mendapat sambutan hangat dari suporter United di tribune, bahkan ia sempat membalas tepuk tangan saat melakukan pemanasan. Tak lama setelah itu, Samuel Chukwueze justru mencetak gol penyama kedudukan pertama Milan di sisi lapangan yang sama. Begitu masuk ke lapangan, Rashford langsung menunjukkan keberanian dengan mencoba melewati lawan lewat aksi indah di dekat garis lapangan.

Salah satu hal yang menarik adalah posisi Rashford yang bermain lebih melebar ke kiri dibandingkan Patrick Dorgu yang digantikannya. Ia juga memakai nomor punggung sembilan, tetapi pihak United dengan cepat menegaskan bahwa nomor itu tidak permanen. Penegasan ini dilakukan untuk mencegah keluhan penggemar yang berniat membeli jersey dengan nomor tersebut, karena status Rashford sejauh ini memang masih belum jelas.

Pekerjaan Rumah Carrick: Celah Pertahanan yang Terbuka Lebar

Dari sisi taktik, ada kelemahan yang cukup mencolok di sisi kanan pertahanan United. Luke Shaw yang bermain penuh 90 menit kerap kewalahan menutup ruang ketika Milan mengalihkan serangan ke sisi kanan, karena ia harus menempuh jarak yang sangat jauh tanpa dukungan yang memadai. Alhasil, Milan berulang kali mendapatkan peluang emas dari sisi tersebut.

Celah antara lini belakang dan lini tengah United juga menjadi titik lemah yang dieksploitasi lawan. Jarak antarlini memang tidak terlalu besar, tetapi pergerakan pemain United untuk menutup ruang tidak cukup cepat sehingga Milan leluasa mengatur ritme permainan. Andrey Santos, rekrutan anyar yang tampil menonjol di lima laga pramusim sebelumnya, kali ini justru terlihat kesulitan dan kehilangan ketenangannya.

Menatap Premier League: Evaluasi dan Masa Depan Rashford

Michael Carrick tidak berusaha mencari pembenaran atas kekalahan ini. “Kami kecewa dengan hasil hari ini. Kami tidak bermain dengan baik. Tidak ada alasan,” ujar Carrick kepada MUTV usai pertandingan. Sikap tersebut setidaknya menunjukkan bahwa sang manajer sadar betul pekerjaan rumah yang harus segera dibereskan sebelum musim resmi bergulir.

Di sisi lain, Carrick masih punya cukup banyak waktu untuk mengevaluasi kondisi tim, termasuk masalah cedera Mason Mount yang membuat gelandang andalannya itu absen hampir tiga pertandingan penuh. Mount mengalami masalah di kaki sejak laga di Gothenburg sepekan sebelumnya, yang awalnya dianggap hanya tindakan pencegahan. Kondisi ini tentu menjadi kekhawatiran tambahan jelang laga pembuka melawan Hull City.

Dua laga Premier League kontra Hull City dan Ipswich Town akan menjadi ujian nyata bagi skema yang disusun Carrick. Kepastian masa depan Rashford pun baru akan terjawab setelah tenggat bursa transfer berakhir pada 1 September. Kekalahan ini memang pahit, tetapi masih ada waktu untuk berbenah sebelum musim resmi benar-benar dimulai.

Secara keseluruhan, pramusim enam laga United tetap bisa dinilai positif, meski penutupnya berakhir dengan kekalahan. Kembalinya para pemain inti dari cedera dan kebugaran menjadi modal berharga, tetapi kerapuhan di lini belakang harus segera diperbaiki. Kini seluruh perhatian tertuju pada laga pembuka Premier League, di mana United wajib menunjukkan tajinya sedari awal.