Berita Premier League edisi ini menyoroti tekanan yang dihadapi klub-klub menjelang pekan penting, mulai dari badai cedera Tottenham Hotspur hingga disiplin baru Chelsea. Roberto De Zerbi membela staf medis Tottenham, sementara Xabi Alonso menilai kontrol emosi menjadi kunci Chelsea musim ini. Sorotan lain datang dari Liverpool yang mengelola talenta muda Rio Ngumoha, Leeds United dan Fulham yang bersiap, serta rencana biaya regulator sepak bola Inggris.
Laga Tottenham melawan Chelsea di Stamford Bridge menjadi latar utama pembahasan karena kedua tim membawa persoalan berbeda. Tottenham berupaya memperbaiki rekor buruk di markas Chelsea, sementara Chelsea ingin mempertahankan catatan tanpa kartu merah. Isu cedera dan pengendalian emosi pun menjadi dua tema yang paling menonjol dalam berita Premier League kali ini.
Berita Premier League: De Zerbi Bela Staf Medis Tottenham
De Zerbi menegaskan staf medis Tottenham tidak bertanggung jawab atas banyaknya pemain yang absen menjelang lawatan ke Stamford Bridge, Sabtu. Ia menghadapi situasi seleksi yang rumit karena Tottenham berusaha meraih hasil positif di markas yang belum mereka taklukkan sejak 2018. Dengan para pemain absen jangka panjang seperti Lucas Bergvall dan Savio, serta Rodrigo Bentancur yang menjalani hukuman, jumlah pemain yang tidak tersedia bisa mencapai sembilan.
Ada kabar baik karena Pedro Porro kembali dari cedera, sedangkan Andy Robertson, Omar Marmoush, dan Dominic Solanke disebut dalam kondisi “baik” meski ada kekhawatiran kebugaran. Di sisi lain, Destiny Udogie masih absen dan Tosin Adarabioyo diragukan. James Maddison tidak berlatih selama tiga hari setelah kemenangan atas Coventry dan mungkin belum siap, sementara Dejan Kulusevski tetap perlu diawasi setelah bermain pertama kali sejak Mei 2025.
De Zerbi merinci kasus Porro, Bergvall, dan Robertson untuk memperkuat argumennya bahwa masalah cedera bukan semata kesalahan tim medis. Porro baru meraih Piala Dunia bersama Spanyol dan sempat mengalami masalah hamstring, lalu dipaksa kembali lebih cepat saat melawan Aston Villa pada 29 September dan kembali cedera. Bergvall merasakan nyeri lutut pada menit pertama melawan Manchester United pada 10 Oktober, menyelesaikan laga, tetapi keesokan harinya merasakan sakit; menurut De Zerbi, staf medis tidak bisa disalahkan atas hal itu.
Robertson disebut bermain empat pertandingan berturut-turut untuk Skotlandia pada jeda internasional terakhir, lalu merasakan masalah kecil dan tidak bermain di Manchester. Ia kemudian tampil 65 menit melawan Coventry dan mengalami kelelahan yang dinilai wajar. De Zerbi menegaskan klub akan membuat “laporan total” soal cedera pada akhir musim, tetapi sejauh ini ia tidak bisa mengatakan hal buruk tentang staf medis.
“Saya yakin staf medis kami musim ini berada di level tinggi. Saya punya kepercayaan besar karena saya tahu cara mereka bekerja dan mereka cukup baik untuk dipercaya. Kami sedang mengalami situasi yang normal dalam sepak bola,” kata De Zerbi. Tottenham juga menunjuk Dan Lewindon sebagai direktur performa musim lalu dan mengawasi sejumlah perekrutan baru di departemen performa pada Juli. Soal rekor buruk di Stamford Bridge, De Zerbi menilai itu bukan masalah utama karena ia dan skuad saat ini tidak terlibat pada masa lalu, sementara Tottenham sudah punya banyak persoalan lain.
Kontrol Emosi Bikin Chelsea Tanpa Kartu Merah
Alonso menilai peningkatan kontrol emosi menjadi penyebab membaiknya disiplin Chelsea musim ini. Chelsea menerima 11 kartu merah pada musim lalu, tetapi belum sekali pun mendapat kartu merah pada musim ini. Kemenangan 2-0 di Everton akhir pekan lalu disebut menunjukkan kecerdasan tim dalam menjaga kontrol permainan.
Menurut Alonso, kontrol emosi sangat terkait dengan pengendalian permainan. Jika pemain fokus pada tugasnya dan siap dengan situasi yang terjadi, mereka biasanya tidak membuat banyak kesalahan dan tidak bereaksi berlebihan. Ia menekankan pentingnya tetap tenang, tidak kehilangan kepala, serta menghindari kartu kuning dan penalti bodoh.
Alonso juga menyoroti perekrutan pemain yang lebih berpengalaman pada musim panas lalu. Ia menilai kehadiran pemain senior membantu ketenangan yang dibutuhkan pada momen tertentu. Para pemain berpengalaman kadang bisa mengambil langkah mundur saat pertandingan berjalan, melihat situasi, lalu membantu tim tetap fokus dan tenang.
Stamford Bridge biasanya paling riuh ketika Tottenham datang, terlebih karena Spurs belum menang di sana sejak 2018. Alonso memperkirakan atmosfer pertandingan akan “elektrik”, tetapi mengakui bahwa bermain dengan kontrol di Premier League tidak mudah ketika penonton terpicu oleh duel dan permainan serang-balik. Menurutnya, dominasi total dalam satu laga sulit ditemukan di Premier League kecuali tim sudah menjadi tim yang sangat top, sehingga Chelsea tidak boleh berpuas diri meski unggul 2-0.
Alonso meredam anggapan bahwa pengaruhnya dari pinggir lapangan menjadi faktor utama. Ia menegaskan pemain di lapanganlah yang menjalankan kontrol, terutama para pemain paling berpengalaman yang bisa merasakan situasi pertandingan. Chelsea sendiri kehilangan Emiliano Martínez setelah kiper itu mengalami patah rahang melawan Everton, sehingga Mike Penders akan menjadi starter; Alonso melihat kemiripan antara Penders dan Thibaut Courtois, dan ia sempat bertanya kepada Courtois soal Penders saat Piala Dunia.
Iraola Minta Publik Sabar dengan Rio Ngumoha
Andoni Iraola menegaskan Rio Ngumoha harus diberi ruang untuk membuat kesalahan agar perkembangannya tidak terhambat oleh tuntutan yang mustahil. Pemain berusia 18 tahun itu tampil cemerlang saat Liverpool bangkit melawan Villarreal di Liga Champions pada Selasa, meski masih beradaptasi bermain di sayap kanan. Laga itu menjadi starter kelima Ngumoha di bawah Iraola, dan bulan lalu ia menjadi pemain ketiga termuda yang menjalani debut kompetitif untuk Inggris setelah Wayne Rooney dan Jude Bellingham.
Iraola menyebut dirinya beruntung bisa melatih Ngumoha, tetapi ia waspada terhadap ekspektasi yang terlalu tinggi. Menurutnya, penampilan baik tidak boleh langsung diikuti tuntutan berlebihan karena itu tidak adil bagi pemain muda. Ia menegaskan Ngumoha tetap akan membuat kesalahan dan mengalami naik-turun, sebab itu adalah proses alami yang dilalui setiap pemain.
Iraola menilai kepribadian Ngumoha cukup meyakinkan bahwa ia tidak akan terpengaruh berlebihan oleh perhatian yang meningkat. Ia belum merasakan pemain muda itu terpengaruh secara positif atau negatif oleh komentar tentang dirinya, karena fokusnya tetap pada sepak bola dan peningkatan performa. Kontrak Ngumoha masih tersisa dua tahun sejak ia menandatangani saat berusia 17 tahun, tetapi ia diperkirakan akan mendapat kontrak baru; Liverpool sendiri akan kembali tanpa Dominik Szoboszlai yang cedera saat menjamu Brighton, sementara Victor Muñoz diragukan setelah mengalami benturan di Brentford.
Leeds Kehilangan Tiga Pilar, Fulham Jaga Fokus
Daniel Farke mendapat pukulan sebelum laga Premier League di Sunderland setelah Dominic Calvert-Lewin, Anton Stach, dan Noah Okafor semuanya diragukan karena cedera. Calvert-Lewin mencetak gol liga keempatnya musim ini saat Leeds bermain imbang 1-1 melawan Manchester United pekan lalu, dan ia bersama Stach mengalami cedera kaki dalam laga itu. Okafor bermasalah dengan ketegangan paha, sehingga ketiganya dinilai “sangat diragukan” setelah absen dari latihan tim pekan ini.
Farke memastikan Daniel James masih perlu dikelola hati-hati setelah pulih dari cedera terbaru, sementara Lukas Nmecha, Harry Wilson, dan Jean-Mattéo Bahoya juga berharap bisa tampil. Nmecha telah membuat enam penampilan liga dari bangku cadangan musim ini, dan Farke menilai catatan itu cukup baik untuk seorang striker cadangan. Ia menyebut Nmecha mencetak sekitar tujuh gol musim lalu dan tampil tajam pada laga terakhir, meski menit bermainnya terbatas karena Calvert-Lewin tampil sangat menonjol.
Di Fulham, Alvaro Arbeloa menegaskan “tidak ada yang berubah” saat timnya berusaha melanjutkan momentum setelah meraih kemenangan Premier League pertama. Pelatih asal Spanyol yang mengambil alih kursi pelatih di Craven Cottage pada musim panas sempat mendapat sorotan karena awal musim yang sulit, sebelum sedikit meredakan tekanan lewat kemenangan 1-0 atas Hull di Craven Cottage. Fulham berikutnya menghadapi tim promosi lain, Coventry, pada Sabtu, dan Arbeloa ingin para pemainnya mempertahankan pola pikir fokus yang sama.
Arbeloa menegaskan bahwa ketika belum menang, tim tetap percaya telah melakukan banyak hal dengan baik dan targetnya tidak berubah. Kini Fulham telah mendapatkan hasil yang dicari, tetapi pekan berikutnya menghadirkan laga baru sehingga mereka harus kembali berjuang untuk meraih kemenangan. Ia menambahkan bahwa bekerja tanpa kemenangan tidak mudah, segalanya menjadi lebih mudah ketika tim bermain sesuai keinginan dan menang, serta hasil itu penting bagi kepercayaan diri dan layak didapatkan Fulham.
Regulator Sepak Bola Inggris dan Tagihan untuk Klub
Klub-klub Premier League dengan pendapatan tertinggi akan membayar hingga £1,8 juta untuk biaya regulator sepak bola independen (IFR) mulai musim panas mendatang, tetapi bisa menghadapi tagihan jauh lebih besar pada tahun-tahun berikutnya. IFR telah membuka konsultasi atas proposal pungutan yang diperlukan untuk membiayai lembaga itu. Total biaya yang diproyeksikan bagi 116 klub di lima divisi teratas sepak bola Inggris mencapai £20,3 juta pada tahun pertama rezim lisensi 2027-28, lalu naik menjadi £20,9 juta pada 2028-29, atau dua kali lipat dari perkiraan awal pemerintah sebesar £10 juta per tahun.
Diperkirakan klub-klub Premier League akan menanggung sekitar 85% dari total biaya tahunan IFR, dengan besaran yang dirancang proporsional terhadap pendapatan masing-masing klub. Klub dengan pendapatan tertinggi akan membayar hingga £1,8 juta pada tahun pertama, sementara sebagian besar tim Premier League membayar £600.000. Biaya itu bisa meningkat signifikan di masa depan karena biaya pendirian regulator mencapai sekitar £45 juta; hanya £1 juta yang dipulihkan pada 2027-28 dan £2 juta pada tahun berikutnya, sehingga sekitar £42 juta harus dipulihkan selama delapan tahun ke depan, plus £1 juta dari pungutan 2027-28 untuk cadangan biaya litigasi di masa mendatang.
David Kogan, ketua IFR, memastikan klub pada akhirnya akan menanggung biaya gugatan hukum yang mungkin melibatkan Manchester City, tergantung hasil kasus disiplin Premier League yang bisa bernilai signifikan. Ia mengatakan biaya hukum IFR dalam perkara itu pada awalnya akan ditanggung pemerintah dan kemudian dipulihkan dari klub, tetapi tindakan hukum hanya akan dimulai jika ada saran bahwa langkah itu akan berhasil sehingga biaya bisa dipulihkan dari pihak lain. City telah dinyatakan bersalah melanggar aturan keuangan Premier League selama periode sembilan musim, tetapi mengajukan banding, dan IFR memiliki kewenangan memaksa pemilik melepas saham klub dalam kasus pelanggaran serius.
Rilis media IFR membandingkan biaya operasionalnya dengan biaya administrasi Premier League yang melebihi £200 juta pada musim 2024-25, dan perbandingan itu disebut mengejutkan pihak liga. Premier League memiliki staf lebih dari tiga kali lipat IFR, menghasilkan lebih dari £4 miliar per tahun, dan biaya administrasinya mencakup seluruh biaya operasional plus investasi di area lain untuk membantu liga tumbuh, seperti pendirian studio produksi baru, termasuk biaya hukum terkait kasus City dan perkara lain. Untuk klub Championship yang tidak menerima parachute payment, pungutan 2027-28 sekitar £45.000; klub League One dan League Two masing-masing sekitar £9.000 dan £6.000, sedangkan klub National League sekitar £600 per tahun.
Richard Monks, direktur utama IFR, mengatakan ia sadar akan angka £10 juta yang semula diperkirakan pemerintah, tetapi angka itu tidak mencerminkan realitas finansial saat ini maupun tugas yang dihadapi regulator. Ia menilai pungutan yang diusulkan merupakan pendekatan adil dan seimbang serta memastikan sebagian besar klub membayar sekitar 0,1% dari pendapatan tahunan mereka. Monks yakin sepak bola akan melihat ini sebagai investasi yang relatif moderat untuk mewujudkan ekosistem lebih berkelanjutan dan memberikan ketenangan bagi penggemar, klub, serta komunitas yang mereka layani.
Penutup
Dari rangkaian berita Premier League ini, terlihat bahwa persoalan klub tidak hanya soal taktik di lapangan. Tottenham harus mengelola cedera dan menjaga kepercayaan pada staf medis, Chelsea berupaya mempertahankan kontrol emosi, Liverpool menahan ekspektasi terhadap pemain muda, sementara Leeds dan Fulham berusaha menjaga fokus di tengah keterbatasan. Di luar kompetisi, rencana pungutan IFR menunjukkan bahwa tata kelola dan biaya operasional sepak bola Inggris semakin menjadi perhatian.
Pekan mendatang akan menguji bagaimana klub-klub menerjemahkan berbagai pernyataan itu menjadi performa dan hasil. Bagi Tottenham dan Chelsea, laga di Stamford Bridge menjadi pembuktian apakah manajemen cedera dan disiplin emosi benar-benar berdampak. Bagi klub lain, konsistensi dalam pengelolaan skuad dan keuangan akan tetap menjadi kunci di tengah persaingan Premier League yang ketat.
