Liverpool tak bisa mempertahankan level permainan yang diinginkan, dan Andoni Iraola mengakuinya dengan terus terang. Pernyataan ini muncul setelah the Reds kembali kehilangan keunggulan dua gol saat menjalani laga uji coba kontra Monaco di Anfield. Ini merupakan kegagalan kedua secara beruntun setelah sebelumnya mereka mengalami nasib serupa melawan Leeds United.
Laga kontra Monaco sendiri menjadi laga kandang perdana Iraola sebagai manajer Liverpool. Para suporter memadati jalanan di sekitar Anfield untuk menyambut sang pelatih dan skuadnya, dan atmosfer pertandingan terasa begitu hidup dengan stadion yang terjual habis. Namun euforia awal itu berubah menjadi kekhawatiran ketika tim kembali mengulang kesalahan yang sama seperti laga sebelumnya.

Iraola Akui Liverpool Tak Bisa Pertahankan Level
Untuk pertandingan kedua beruntun, Liverpool gagal mengamankan kemenangan setelah sempat unggul dua gol lebih dulu. Menariknya, kemunduran itu terjadi setelah Iraola melakukan sejumlah pergantian pemain. Kondisi ini semakin menegaskan bahwa kualitas kedalaman skuad Liverpool masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera dibenahi sebelum kompetisi resmi dimulai.
“Ini sangat mirip dengan pertandingan kami melawan Leeds,” ujar Iraola kepada LFC TV usai laga. “Kami bermain bagus di babak pertama, terutama dalam 30 menit pertama. Saat ini kami mungkin tidak punya lebih banyak lagi dalam hal level yang dibutuhkan untuk bermain seperti itu. Mereka pantas untuk membalikkan keadaan.”
Iraola juga mengakui bahwa timnya hanya mampu tampil baik dalam dua laga pramusim pertama. “Kami memenangkan dua laga pramusim pertama, tetapi dua laga terakhir kami tidak bisa mempertahankan level yang kami inginkan sepanjang pertandingan. Begitu kami melakukan beberapa pergantian, para pemain mulai kelelahan dan kami tidak bisa mempertahankan level itu. Jadi, kami masih punya pekerjaan rumah,” tambahnya. Pengakuan jujur dari sang manajer ini tentu menjadi perhatian serius, apalagi jadwal kompetisi resmi sudah semakin dekat.
Dua Keunggulan Hilang Lagi: Tanda Masalah Kedalaman Skuad
Pola yang sama seperti laga melawan Leeds kembali terulang saat menghadapi Monaco. Liverpool mampu menguasai jalannya pertandingan di babak pertama, tetapi kehilangan ritme setelah para pemain pengganti masuk. Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan kualitas antara pemain inti dan cadangan masih cukup timpang, sesuatu yang berisiko besar di tengah padatnya jadwal musim ini.
Masalah ini paling terlihat di lini pertahanan. Liverpool harus mengakhiri laga dengan menempatkan Luke Chambers dan Wataru Endo sebagai bek tengah, dua pemain yang bukan natural di posisi tersebut. Situasi ini sekaligus menggambarkan betapa terbatasnya opsi yang tersedia di lini belakang saat ini.
Pramusim Tersisa dan Teka-teki Duet Bek Tengah
Liverpool masih memiliki dua laga pramusim tersisa, yakni melawan Como dalam dua pertandingan beruntun pada 16 Agustus mendatang. Setelah itu, pasukan Iraola akan langsung terjun ke laga perdana Premier League melawan Newcastle dalam dua pekan ke depan. Pertanyaan besar yang muncul menjelang musim baru adalah siapa yang akan mendampingi Virgil van Dijk di lini pertahanan tengah.
Van Dijk sendiri baru kembali tampil setelah menjalani perpanjangan istirahat pasca Piala Dunia, bersama dengan Alisson dan Cody Gakpo. Dalam laga kontra Monaco, Van Dijk berduet dengan bek berusia 18 tahun, Ifeanyi Ndukwe. Meski terlihat menjanjikan, Ndukwe kemungkinan besar harus dipinjamkan musim ini karena terkendala izin kerja.
Dengan situasi tersebut, manajemen Liverpool dituntut bergerak cepat mencari solusi. Para penggemar tentu berharap ada tambahan tenaga sebelum jendela transfer ditutup. Kehadiran pemain baru yang siap main menjadi kunci agar lini belakang tidak terus menjadi titik lemah tim.
Araujo dan Jacquet: Harapan Baru di Lini Belakang
Kabar baiknya, Liverpool sedang menyelesaikan proses transfer Ronald Araujo. Bek berusia 27 tahun itu telah menjalani tes medis pada hari Minggu menjelang kepindahannya dengan status pinjaman semusim dari Barcelona. Kesepakatan ini juga mencakup opsi pembelian permanen senilai sekitar 47,2 juta pound sterling.
Sementara itu, Jeremy Jacquet yang baru bergabung dari Rennes belum mengikuti latihan penuh sejak kepindahannya. Pemain berusia 21 tahun itu mengalami cedera bahu pada Februari lalu dan belakangan juga diganggu masalah kecil pada lututnya. Meski demikian, Liverpool optimistis Jacquet bisa tampil akhir pekan depan melawan Como.
“Jeremy Jacquet, kami sempat ragu apakah akan memainkannya atau tidak,” kata Iraola. “Kami memutuskan untuk tidak memainkannya, tapi dia seharusnya baik-baik saja untuk pertandingan berikutnya. Ini memang butuh waktu lebih lama dari perkiraan kami.” Jika kedua bek anyar ini segera tersedia, lini belakang Liverpool diharapkan bisa lebih solid saat musim resmi bergulir.
Wirtz dan Isak: Sinar Optimisme di Tengah Kekalahan
Dalam catatan program pertandingan, Iraola sempat menuliskan keinginannya untuk memberikan tim yang benar-benar bisa diidentifikasi dan dibanggakan oleh para penggemar. Ia menambahkan bahwa laga persahabatan ini merupakan langkah penting dalam perjalanan tersebut. Meski hasilnya kurang memuaskan, ada sejumlah hal positif yang bisa dibawa pulang dari laga ini.
Florian Wirtz dan Alexander Isak jelas akan memainkan peran penting di lini serang Liverpool musim ini. Meski tim menelan kekalahan, performa keduanya yang total dibeli dengan biaya gabungan 225 juta pound sterling pada musim panas tahun lalu memberi optimisme besar bagi Iraola dan para pendukung. Mereka tampil padu, dengan Wirtz beroperasi di belakang Isak sebagai gelandang serang.
Isak-lah yang mencetak gol pembuka Liverpool melalui sepakan kaki kanan yang indah. Sementara itu, Wirtz menjadi pemain terbaik di lapangan dan sempat dianggap mencetak gol kedua setelah sebelumnya menjebol gawang Leeds di Chicago. Namun Isak mengaku tidak yakin siapa yang mendapat sentuhan terakhir pada gol tersebut.
“Saya pikir kami sepakat bahwa saya dan Flo sama-sama menyentuh bola, tapi sejujurnya saya tidak tahu siapa yang mendapat sentuhan pertama atau terakhir,” ujar Isak kepada LFC TV. Mengenai kerja samanya dengan Iraola, Is